UNSRI Peringkat 13 Indonesia Bidang Blockchain dan Cryptography Versi EduRank

COMNETS Geek
16 September 2026
2 dilihat
UNSRI Peringkat 13 Indonesia Bidang Blockchain dan Cryptography Versi EduRank

Universitas Sriwijaya (UNSRI) mencatatkan capaian positif dalam pemeringkatan bidang ilmu Blockchain and Cryptography yang dirilis oleh EduRank. Dalam daftar tersebut, UNSRI menempati peringkat ke-13 di Indonesia, peringkat ke-1.020 di Asia, serta peringkat ke-2.190 dunia untuk bidang Blockchain dan Cryptography. Posisi tersebut menempatkan Universitas Sriwijaya di antara 20 perguruan tinggi Indonesia yang tercantum dalam pemeringkatan EduRank untuk bidang tersebut. UNSRI berada dalam persaingan bersama sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta terkemuka di Indonesia, seperti Institut Teknologi Bandung, Telkom University, Universitas Sumatera Utara, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Pemeringkatan ini merefleksikan visibilitas dan performa luaran ilmiah institusi pada bidang blockchain dan kriptografi. Capaian tersebut juga menjadi dorongan bagi UNSRI untuk terus memperkuat pengembangan riset pada teknologi digital yang relevan dengan kebutuhan masa kini, khususnya sistem terdistribusi, keamanan informasi, perlindungan data, serta inovasi berbasis blockchain. EduRank menyusun daftar universitas terbaik di Indonesia untuk bidang Blockchain and Cryptography berdasarkan kinerja riset. Penilaian dilakukan melalui analisis publikasi ilmiah dan dampaknya dalam bentuk sitasi, bukan berdasarkan jenjang pendidikan yang tersedia maupun program studi yang ditawarkan oleh setiap universitas.

Dalam pemeringkatan tersebut, EduRank menggunakan data dari 3,91 ribu artikel ilmiah yang memperoleh total 19,7 ribu sitasi, berasal dari 20 universitas di Indonesia. Nilai publikasi kemudian disesuaikan dengan waktu terbitnya artikel sebelum diakumulasikan menjadi skor akhir setiap institusi. Dengan pendekatan tersebut, peringkat yang diperoleh UNSRI menunjukkan kontribusi riset institusional yang terindeks dan mendapatkan perhatian dalam ekosistem akademik bidang Blockchain and Cryptography. Pemeringkatan ini tidak dimaksudkan sebagai penilaian kualitas program sarjana maupun pascasarjana secara langsung, melainkan sebagai gambaran performa riset pada bidang spesifik tersebut.

Capaian UNSRI turut didukung oleh aktivitas pengembangan riset blockchain di lingkungan Fakultas Ilmu Komputer (FASILKOM) UNSRI. Kontribusi para peneliti, publikasi ilmiah, kerja sama akademik, dan pengembangan kajian teknologi terdistribusi menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem riset bidang ini. Bidang blockchain dan kriptografi memiliki keterkaitan erat dengan berbagai kebutuhan teknologi modern. Blockchain mendukung pencatatan data yang terdistribusi dan dapat diverifikasi, sedangkan kriptografi berperan dalam menjaga kerahasiaan, integritas, autentikasi, dan keamanan pertukaran informasi. Keduanya relevan bagi berbagai sektor, termasuk layanan digital, tata kelola data, sistem keuangan, rantai pasok, identitas digital, dan keamanan siber. Ke depan, capaian ini diharapkan dapat menjadi semangat bagi sivitas akademika UNSRI untuk terus meningkatkan kualitas penelitian, memperluas kolaborasi nasional dan internasional, serta menghasilkan luaran riset yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan perkembangan teknologi.

Peringkat ke-13 nasional ini menjadi momentum bagi Universitas Sriwijaya untuk semakin memperkuat fokus riset dan inovasi pada bidang blockchain, kriptografi, keamanan siber, serta teknologi terdistribusi. Penguatan tersebut dapat diwujudkan melalui peningkatan publikasi berkualitas, kolaborasi lintas disiplin, keterlibatan mahasiswa dalam penelitian, dan kemitraan dengan institusi akademik maupun industri.

UNSRI berkomitmen untuk terus mendorong budaya riset yang produktif, adaptif, dan berdampak. Dengan dukungan sivitas akademika serta ekosistem penelitian yang terus berkembang, UNSRI diharapkan dapat meningkatkan kontribusinya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi digital, baik di tingkat nasional maupun internasional.

COMNETS
Research Group