Diaspora Berdampak Hari Kedua di Universitas Sriwijaya, Bahas Strategi Publikasi Ilmiah dan Kolaborasi Riset Internasional dalam Rekognisi UNSRI menjadi World Class University

COMNETS Geek
12 Agustus 2026
9 dilihat
Diaspora Berdampak Hari Kedua di Universitas Sriwijaya, Bahas Strategi Publikasi Ilmiah dan Kolaborasi Riset Internasional dalam Rekognisi UNSRI menjadi World Class University

Palembang, 12 Agustus 2026 — Rangkaian kegiatan Diaspora Berdampak di Universitas Sriwijaya (UNSRI) memasuki hari kedua dengan menghadirkan Prof. Dr. Rahmat Budiarto, full professor di Al Baha University, Arab Saudi, yang telah berkiprah di universitas tersebut sejak 2014.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Mobility Research untuk Diaspora yang terselenggara melalui hibah dari Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program ini diinisiasi untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, pengembangan talenta, serta jejaring dan kolaborasi riset antara akademisi di Indonesia dan diaspora Indonesia yang berkiprah di perguruan tinggi luar negeri.
Prof. Rahmat Budiarto memiliki kepakaran yang sejalan dengan bidang riset Kelompok Keilmuan COMNETS Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya, khususnya dalam bidang jaringan komputer dan keamanan siber. Kiprah akademiknya di tingkat internasional didukung oleh berbagai publikasi ilmiah bereputasi, penghargaan, serta pengalaman dalam berbagai hibah dan proyek penelitian internasional.

Melanjutkan rangkaian kegiatan hari pertama, sesi hari kedua difokuskan pada penguatan kemampuan peneliti dan mahasiswa dalam menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas dan berpeluang diterima di jurnal bereputasi.
Dalam sesi tersebut, Prof. Rahmat secara khusus membahas strategi menulis artikel ilmiah, mulai dari tahap awal penyusunan naskah hingga strategi menghadapi proses publikasi pada jurnal internasional. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai tahapan penting dalam menghasilkan manuskrip ilmiah, termasuk bagaimana menentukan fokus penelitian, membangun argumentasi ilmiah, menyusun struktur artikel, menyajikan hasil penelitian secara sistematis, hingga memastikan kontribusi penelitian dapat dipahami dengan jelas oleh pembaca dan reviewer.
Prof. Rahmat juga memberikan penekanan pada berbagai hal yang “do and don't” dalam penulisan artikel ilmiah. Hal-hal yang tampak sederhana dalam proses penulisan, namun dapat menentukan kualitas sebuah manuskrip, dibahas secara lebih mendalam berdasarkan pengalaman publikasi dan penelitian internasional yang telah dijalankannya. Tidak hanya berfokus pada aspek teknis penulisan, peserta juga diajak memahami bagaimana melihat sebuah penelitian dari perspektif editor dan reviewer. Strategi dalam memilih jurnal yang sesuai dengan bidang penelitian, menyesuaikan naskah dengan scope jurnal, memperkuat novelty, serta menghindari kesalahan umum yang dapat menyebabkan manuskrip ditolak menjadi bagian penting dalam sesi ini.
Pembahasan tersebut memberikan perspektif praktis bagi mahasiswa, alumni, dan peneliti UNSRI untuk meningkatkan kualitas publikasi serta membangun budaya penelitian yang lebih berorientasi pada standar akademik internasional. Program Diaspora Berdampak menjadi salah satu langkah nyata untuk menjadikan pengalaman dan jejaring diaspora Indonesia sebagai kekuatan dalam memperkuat talenta riset, meningkatkan daya saing akademik, dan membawa hasil penelitian Universitas Sriwijaya ke dalam jejaring penelitian internasional.

Sesi berikutnya membahas tema yang tidak kalah strategis, yaitu peluang dan sinergi kolaborasi penelitian antara peneliti serta alumni Universitas Sriwijaya dengan mitra akademik di luar negeri, khususnya di Arab Saudi. Prof. Rahmat menjelaskan berbagai peluang yang dapat dikembangkan melalui jejaring akademik dan penelitian internasional. Pengalaman selama berkiprah di Al Baha University menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkenalkan potensi kolaborasi yang dapat dilakukan oleh peneliti dan alumni UNSRI.
Dalam pemaparannya, Prof. Rahmat menyoroti perkembangan agenda riset di Arab Saudi yang saat ini semakin banyak diarahkan pada isu sustainability dan Sustainable Development Goals (SDGs). Kondisi tersebut membuka ruang bagi peneliti dari berbagai disiplin ilmu untuk membangun kolaborasi yang tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap penyelesaian persoalan nyata dan pembangunan berkelanjutan. Sejumlah strategi pendukung kolaborasi turut dibahas secara lebih rinci, mulai dari bagaimana membangun jejaring dengan peneliti internasional, mengidentifikasi tema penelitian yang memiliki kepentingan bersama, membangun proposal kolaboratif, hingga mengembangkan penelitian yang berpotensi memperoleh dukungan pendanaan internasional.
Kegiatan hari kedua Diaspora Berdampak memperlihatkan bahwa kehadiran diaspora Indonesia di perguruan tinggi luar negeri dapat memainkan peran strategis dalam memperkuat konektivitas ekosistem riset Indonesia dengan komunitas akademik global.
Bagi sivitas akademika UNSRI, pengalaman Prof. Rahmat memberikan akses terhadap perspektif, pengalaman, dan jejaring penelitian yang berkembang di lingkungan akademik internasional. Transfer pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas publikasi sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi riset lintas negara.
Melalui kegiatan ini, COMNETS FASILKOM UNSRI terus mendorong penguatan kapasitas peneliti dan mahasiswa agar mampu menghasilkan penelitian yang memiliki relevansi global. Kolaborasi dengan diaspora diharapkan tidak berhenti pada kegiatan berbagi pengetahuan, tetapi dapat berkembang menjadi publikasi bersama, penelitian kolaboratif, pertukaran akademik, serta kerja sama internasional yang berkelanjutan.

 

COMNETS
Research Group