JAKARTA — Dosen Universitas Bina Darma, Akhmad Khudri, M.Kom. (selaku Lead System & AI Architect) bersama Dodi Setiawan, S.Kom., M.S.I., dosen Politeknik Bintan Cakrawala (selaku ketua tim) berhasil membawa platform BlueCarbon AI melangkah hingga babak Grand Final dan melakukan pitching nasional pada ajang BRIN AIDeaNation 2026. Acara bergengsi yang diselenggarakan oleh Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI) BRIN ini berlangsung pada 11–12 Agustus 2026 di AI Stage & AI Pavilion, JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Mengusung tema utama “AI for Sustainable Future”, ajang ini menjaring puluhan inovasi berbasis Artificial Intelligence terbaik dari seluruh perguruan tinggi, lembaga riset, dan startup di Indonesia untuk menjawab tantangan keberlanjutan masa depan.
Inovasi BlueCarbon AI dirancang untuk mengatasi krisis ekosistem pesisir melalui pendekatan participatory AI-centered design dan infrastruktur sistem tingkat tinggi, dengan tahapan pengembangan ide sebagai berikut:
- Identifikasi Masalah Lapangan: Berdasarkan data hilangnya 453,16 hektar mangrove di Pulau Bintan serta data konservasi yang selama ini tersebar di berbagai instansi secara manual, tim merumuskan kebutuhan akan satu intelligence layer terpadu.

- Penerapan Teknologi Tepat Guna (Appropriate Technology): Solusi dirancang agar adaptif dengan keterbatasan pesisir, yaitu menggunakan strategi citra satelit berjenjang (Sentinel-2 gratis untuk pemantauan rutin dan Pleiades hanya untuk area kritis), sensor IoT bertenaga surya berbasis jaringan LoRa, serta mekanisme offline-first.

- Pengembangan Multi-Modul AI: Sistem dikembangkan menjadi 4 modul utama; Government Dashboard, Ranger Mobile App, Tourist App, dan ESG Dashboard yang didukung oleh Computer Vision, Blue Carbon Estimation Engine, hingga LLM dengan Retrieval Augmented Generation (RAG).

- Mobile Geotagging: Mengintegrasikan pemantauan citra satelit berjenjang (Sentinel-2 & Drone AI), on-device AI inference untuk klasifikasi kesehatan mangrove via aplikasi Ranger Mobile, serta mekanisme offline-first bagi masyarakat pesisir.

- Integrasi Web3 Carbon Vault (Polygon L2): Pengembangan lanjutan (post-proposal enhancement) berupa arsitektur digital Measurement, Reporting & Verification (dMRV) berbasis blockchain. Poin ini sejalan dengan fokus riset disertasi tim, di mana integritas data karbon terverifikasi AI langsung ditransformasikan menjadi Tokenized Carbon Credits (ERC-20) dan Soulbound Impact NFTs (dNFT) di atas jaringan Polygon Green L2 secara transparan, immutable, dan auditabel.

Selama dua hari pameran dan pitching di hadapan dewan juri pakar BRIN serta audiens industri, modul Web3 Carbon Vault menjadi salah satu sorotan utama. Dewan juri memberikan apresiasi tinggi atas keberanian tim dalam mengintegrasikan pipeline dMRV secara langsung pada prototipe interaktif. Diskusi hangat juga berfokus pada keakuratan model estimasi karbon biru yang dikalibrasi menggunakan data riil kawasan pesisir lokal.
Pendekatan on-device AI inference pada Ranger App yang memungkinkan masyarakat pesisir (citizen ranger) melakukan verifikasi kesehatan mangrove secara otomatis langsung dari ponsel tanpa tergantung sinyal internet juga tak lepas dari perhatian tim juri.

Sistem ini menunjukkan aliran data yang utuh: mulai dari pemetaan satelit di Desa Berakit & Kawal, verifikasi lapangan oleh Pokmas lokal, pencetakan token kredit karbon di Polygon POS Smart Contract dengan metadata IPFS, kepatuhan terhadap nilai ESG, hingga mekanisme corporate offset (token burning) yang menerbitkan sertifikat Soulbound NFT bagi mitra perusahaan.

Meskipun persaingan di babak puncak sangat ketat bersanding dengan tim-tim tangguh dari perguruan tinggi ternama seperti ITS dan ITB serta established startup, keberhasilan menembus jajaran top finalist nasional di ajang BRIN ini membuktikan bahwa kualitas riset dan rekayasa teknologi dari kedua civitas akademika yang sedang menempuh gelar doktoral di Universitas Sriwijaya dibawah bimbingan Prof. Ir. Deris Stiawan, Ph.D., IPU., ASEAN Eng, mampu bersaing di level tertinggi nasional.

Pengembangan BlueCarbon AI yang menggabungkan AI dan Blockchain, menjadi bukti nyata komitmen tim dalam menghadirkan riset tepat guna berstandar industri untuk mendukung konservasi lingkungan dan ekonomi hijau di Indonesia.

