Mobility Research Diaspora Berdampak di Universitas Sriwijaya, Hadirkan Professor Indonesia dari Arab Saudi dalam Kepakaran Keamanan Siber

COMNETS Geek
11 Agustus 2026
9 dilihat
Mobility Research Diaspora Berdampak di Universitas Sriwijaya, Hadirkan Professor Indonesia dari Arab Saudi dalam Kepakaran Keamanan Siber

Palembang, 11 Agustus 2026 — Kelompok Keilmuan COMNETS Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya (FASILKOM UNSRI) menyelenggarakan kegiatan Mobility Research untuk Diaspora sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring riset, transfer pengetahuan, serta kolaborasi internasional di bidang ilmu komputer, khususnya jaringan komputer dan keamanan siber. Kegiatan diikuti puluhan peserta yang berasal dari berbagai jenjang, mulai dari mahasiswa dan alumni program sarjana hingga mahasiswa program doktoral Universitas Sriwijaya.
Kegiatan ini terselenggara melalui hibah dari Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program tersebut menghadirkan Prof. Dr. Rahmat Budiarto, diaspora Indonesia yang saat ini berkiprah sebagai full professor di Al Baha University, Arab Saudi, sejak 2014. Prof. Rahmat memiliki kepakaran yang sejalan dengan bidang riset Kelompok Keilmuan COMNETS, terutama dalam jaringan komputer dan keamanan siber. Kiprahnya di tingkat internasional telah ditandai dengan berbagai publikasi di reputasi dunia, penghargaan serta keterlibatan dalam sejumlah hibah dan proyek penelitian di luar negeri.
Kehadiran Prof. Rahmat di Universitas Sriwijaya menjadi momentum strategis untuk mempertemukan pengalaman akademisi Indonesia yang berkiprah di luar negeri dengan sivitas akademika UNSRI. Tidak hanya memberikan wawasan mengenai perkembangan ilmu dan teknologi terkini, kegiatan ini juga diarahkan untuk membuka peluang kolaborasi riset internasional dan memperkuat kapasitas peneliti muda.
Acara dibuka secara resmi oleh perwakilan Subdirektorat Alumni Universitas Sriwijaya. Prof. Deris Stiawan. Ph.D. Dalam sambutannya, turut dipaparkan isu strategis mengenai “Jobs and the Future of Work”, terutama berkaitan dengan perubahan kebutuhan, karakteristik, dan paradigma dunia kerja di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Perubahan teknologi yang semakin cepat telah memengaruhi berbagai sektor pekerjaan. Fenomena layoff di sejumlah industry terutama pada Perusahaan teknologi serta perubahan pola dan jenis pekerjaan menjadi salah satu tantangan yang perlu dipahami oleh lulusan perguruan tinggi. Karena itu, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan dengan kompetensi akademik, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan beradaptasi, belajar sepanjang hayat, berpikir kritis, dan memahami perkembangan teknologi.
Perspektif tersebut menjadi semakin relevan bagi mahasiswa dan alumni karena dunia kerja saat ini mengalami transformasi yang sangat cepat. Kompetensi yang dibutuhkan tidak lagi hanya berorientasi pada kemampuan teknis tertentu, tetapi juga kemampuan untuk berkolaborasi, berinovasi, memecahkan masalah, dan beradaptasi dengan teknologi baru. Ditambahkan juga, teknologi bukan lagi sekadar alat bantu pekerjaan. Teknologi mulai ikut menentukan: pekerjaan apa yang diciptakan, pekerjaan apa yang berubah, pekerjaan apa yang hilang, dan keterampilan apa yang menjadi mahal.

Sesi berikutnya diisi oleh Prof. Dr. Rahmat Budiarto yang memaparkan perkembangan dan arah riset terkini dalam bidang computer science, dengan penekanan pada jaringan komputer dan keamanan siber. Dalam paparannya, Prof. Rahmat menjelaskan berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan Artificial Intelligence, transformasi jaringan komputer, serta meningkatnya kompleksitas ancaman keamanan siber. Perkembangan AI di satu sisi memberikan peluang besar untuk meningkatkan kemampuan sistem komputasi dan jaringan, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru dalam menjaga keamanan dan keandalan sistem digital.
Berbagai topik riset potensial turut diperkenalkan kepada peserta, termasuk perkembangan teknologi jaringan, keamanan siber, serta peluang penelitian yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi global. Selain membahas perkembangan keilmuan, Prof. Rahmat juga berbagi pengalaman mengenai sejumlah proyek penelitian dan kolaborasi internasional yang telah dilakukannya selama berkiprah di luar negeri. Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai bagaimana penelitian di bidang ilmu komputer dikembangkan, dikolaborasikan, dan diarahkan agar memiliki kontribusi di tingkat internasional.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi. Sejumlah mahasiswa mengajukan pertanyaan mengenai peluang riset, perkembangan teknologi AI, keamanan siber, serta bagaimana mahasiswa dapat mempersiapkan diri untuk berkarier dan melanjutkan penelitian di tingkat global.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan progress report mahasiswa doktoral yang tengah melakukan penelitian dalam bidang keamanan siber, khususnya pada Industrial Internet of Things (IIoT). Dalam sesi tersebut, mahasiswa memaparkan perkembangan penelitian yang saat ini berada pada tahap literature review. Diskusi bersama Prof. Rahmat diarahkan untuk memperkuat pemetaan penelitian, mengidentifikasi research gap, serta melihat peluang pengembangan topik penelitian agar memiliki kontribusi ilmiah yang lebih kuat.
Interaksi antara profesor diaspora dan mahasiswa doktoral menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan Mobility Research ini. Pertukaran pengalaman dan perspektif diharapkan dapat membantu mahasiswa memperoleh masukan langsung dari akademisi yang memiliki pengalaman riset internasional.
Program Mobility Research untuk Diaspora di Universitas Sriwijaya menunjukkan bahwa diaspora Indonesia yang berkiprah di berbagai perguruan tinggi dunia memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan kolaborasi akademik dan riset internasional. Bagi Universitas Sriwijaya, kehadiran Prof. Dr. Rahmat Budiarto bukan hanya menjadi kesempatan untuk mendapatkan wawasan mengenai perkembangan ilmu komputer global, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun jejaring penelitian dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas.
Melalui kegiatan seperti ini, COMNETS FASILKOM UNSRI mendorong agar hubungan antara akademisi di dalam negeri dan diaspora Indonesia di luar negeri tidak berhenti pada kegiatan berbagi pengetahuan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi riset, publikasi ilmiah, pengembangan talenta, serta jejaring akademik internasional yang berkelanjutan.
Di tengah percepatan transformasi digital dan perkembangan AI, penguatan sumber daya manusia serta jejaring riset global menjadi semakin penting. Kehadiran diaspora Indonesia dengan pengalaman akademik dan penelitian internasional diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan ekosistem riset dan inovasi di Universitas Sriwijaya.

 

COMNETS
Research Group