Kepakaran

AGENTIC AI : TEROBOSAN BARU UNTUK PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS KECERDASAN BUATAN

Muhammad Qurhanul Rizqie, S.Kom., M.T., Ph.D.
29 Maret 2026
2026Vol. 1No. 1
Issue Kepakaran
Vol. 1 • No. 1 • 2026
Lihat issue
AGENTIC AI : TEROBOSAN BARU UNTUK PELAYANAN KESEHATAN BERBASIS KECERDASAN BUATAN

Saat ini banyak orang telah mengimplementasikan Large Languange Model (LLM) pada berbagai tugas sebagai sebuah agen kecerdasan buatan. Namun kebanyakan masih menggunakan agen yang bersifat general, agen kecerdasan buatan dianggap sebagai sebuah pisau swiss yang dapat diterapkan pada semua tugas, padahal kenyataannya agen kecerdasan buatan akan memberikan hasil yang lebih optimal apabila di fine-tune untuk sebuah tugas tertentu. Agentic AI adalah sebuah paradigma baru implementasi kecerdasan buatan dimana terdapat beberapa layer kecerdasan buatan, berupa agen kecerdasan buatan dengan kapabilitas tertentu, yang saling bekerja sama untuk dapat melaksanakan sebuah tugas secara mandiri.

Sebagai contoh kita dapat meminta sebuah agen kecerdasan buatan untuk membuat sebuah proposal proyek, agen tersebut akan secara otomatis menjalankan langkah – langkah untuk membuat suatu proposal (i.e mengumpulkan data, membuat hipotesis, Menyusun format, etc). Dengan paradigma Agentic AI, Langkah – langkah tersebut tidak akan dikerjakan oleh 1 agen saja, melainkan akan dibagi kepada beberapa agen dengan kapabilitas khusus, dimana setiap agen akan saling berkomunikasi untuk menyelesaikan tugas tersebut. Misalnya pada contoh pembuatan sebuah proposal proyek, akan digunakan beberapa agen seperti agen manajer, agen riset, dan agen penulis dimana setiap agen memiliki tugas masing – masing, agen manajer akan menentukan langkah yang diperlukan, agen riset mengumpulkan data, dan agen penulis menentukan format.

 

(Source : https://www.frontiersin.org/journals/medicine/articles/10.3389/fmed.2025.1753443/full)

 

Gambar diatas mengilustrasikan perbedaan paradigma Agentic AI dengan agen kecerdasan buatan. Seorang yang menggunakan agen kecerdasan buatan akan memberikan input secara mendetail pada agen tersebut setiap kali agen tersebut perlu melaksanakan tugas. Pada paradigma Agentic AI pengguna akan memberikan sebuah input berupa tujuan yang ingin dicapai, kemudian layer – layer agen kecerdasan buatan akan saling berkomunikasi dan kemudian mengerjakan tugas – tugas mereka secara mandiri untuk dapat mencapai tujuan tersebut. Secara sederhana dapat dikatakan sebuah agen kecerdasan buatan dapat menyelesaikan sebuah tugas tertentu, sedangkan Agentic AI mengimplementasikan berbagai agen kecerdasan buatan dalam sebuah SOP.

Paradigma Agentic AI dapat diimplementasikan pada berbagai bidang keilmuan, sebagai contoh Amazon telah mengembangkan sebuah platform layanan kesehatan berbasis Agentic AI yaitu Amazon Connect Health. Berdasarkan artikel dari reuters, Amazon melalui Amazon Web Services meluncurkan platform Amazob Connect Health yang berbasis kecerdasan buatan untuk mengotomatisasi tugas administratif di sektor kesehatan, seperti penjadwalan pasien, verifikasi data, dokumentasi klinis, dan pengkodean medis. Platform ini memanfaatkan teknik pembelajaran khusus berbasis data dan pedoman kesehatan, serta melalui proses evaluasi berlapis untuk memastikan keamanan dan akurasi, termasuk keterlibatan tenaga klinis dalam proses verifikasi. Selain itu, sistem mampu mentranskripsikan percakapan dokter–pasien, menyusun catatan klinis secara real-time untuk ditinjau, serta menghasilkan ringkasan yang mudah dipahami pasien. Fitur evidence mapping juga disediakan untuk meningkatkan transparansi dengan mengaitkan output AI ke sumber data aslinya, seperti rekam medis atau transkrip percakapan. Implementasi Agentic AI ini berpotensi mengurangi beban administratif tenaga kesehatan yang selama ini signifikan, sehingga tenaga medis dapat lebih fokus pada pelayanan klinis kepada pasien.

Sebagai kesimpulan, paradigma Agentic AI merepresentasikan evolusi signifikan dalam pemanfaatan kecerdasan buatan, dari pendekatan agen tunggal yang bersifat umum menuju sistem multi-agen yang terstruktur, kolaboratif, dan berorientasi pada tujuan. Dengan membagi tugas ke dalam agen-agen dengan kapabilitas spesifik yang saling berinteraksi secara mandiri, Agentic AI mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan skalabilitas dalam penyelesaian masalah kompleks. Implementasinya dalam sektor kesehatan, seperti pada platform Amazon Connect Health menunjukkan potensi untuk mengoptimalkan proses administratif yang secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas layanan klinis. Agentic AI menjadi sebuah peluang untuk transformasi sistem kesehatan yang lebih adaptif, efisien, dan berpusat pada pasien.

 

 

Referensi :

https://link.springer.com/article/10.1007/s10462-025-11422-4

https://www.nature.com/articles/s41746-026-02517-5

https://www.frontiersin.org/journals/medicine/articles/10.3389/fmed.2025.1753443/full

https://www.reuters.com/business/healthcare-pharmaceuticals/amazon-launches-ai-enabled-platform-automate-healthcare-administrative-tasks-2026-03-05/

 

 

Logo Unsri

Grup Riset Jaringan Komputer, Keamanan, dan Sistem Terdistribusi. Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Sriwijaya.

Kontak

Alamat

Gedung Diploma Komputer, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara, Bukit Besar, Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan, 30128

Afiliasi

Diktisaintek Berdampak
Kemdikbud
Unsri
IEEE
ACM

Pengunjung

Flag Counter

© 2026 COMNETS Research Group. Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.