
ANALISIS DAN INVESTIGASI MALWARE PADA PERANGKAT ANDROID MENGGUNAKAN TEKNIK AKUISISI MOBILE FORENSIC VOLATILE DAN NON-VOLATILE
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat penggunaan perangkat seluler serta minimnya pengawasan terhadap pasar aplikasi Android pihak ketiga, sehingga risiko penyebaran perangkat lunak berbahaya (malware) semakin meningkat. Pendekatan mobile forensic digunakan untuk memulihkan dan menganalisis bukti digital, baik yang tersimpan pada memori volatil maupun non-volatil, untuk mengungkap jejak serangan yang kerap disembunyikan oleh pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan prosedur akuisisi dan analisis malware pada perangkat Android, mengevaluasi efektivitas teknik akuisisi volatil dan non-volatil dalam mendeteksi kerentanan tingkat tinggi, serta mengidentifikasi Indicators of Compromise (IoC) dari malware yang ditemukan. Metode penelitian dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu studi pustaka, perancangan sistem dan identifikasi, pemeriksaan, analisis dan investigasi, serta penarikan kesimpulan. Objek penelitian yang digunakan adalah perangkat Xiaomi Redmi Note 7 (codename lavender) bersistem operasi Android 10 dalam kondisi root melalui Magisk Manager dengan mode USB debugging aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berkas mencurigakan bernama mark.via.gp_base.apk teridentifikasi sebagai malware berjenis trojan.metasploit/fnaa dengan tingkat ancaman tinggi. Akuisisi volatil tanpa hak akses root hanya mampu mendeteksi anomali proses aplikasi berupa adware karena terhalang oleh sistem proteksi SELinux, sedangkan akuisisi volatil dengan hak akses root berhasil mengungkap teknik lanjutan malware, seperti eksekusi in-memory DEX, Remote Code Execution (RCE), dan fungsi tersembunyi cryptojacking. Adapun akuisisi non-volatil mengungkap jejak modifikasi sistem serta indikasi infeksi stalkerware yang mengambil alih akses SMS dan daftar kontak tanpa sepengetahuan pengguna. Secara keseluruhan, penelitian ini memperoleh skor keberhasilan sebesar 86,67%, dengan rincian skor teknik akuisisi volatil tanpa akses root sebesar 60%, akuisisi volatil dengan akses root sebesar 100%, dan akuisisi non-volatil sebesar 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi teknik akuisisi volatil dan non-volatil memberikan hasil investigasi yang lebih komprehensif dibandingkan penggunaan salah satu teknik saja.
Creators & Authors
Fauzan Aulia
09011282126127
