Palembang - Seminar Tahunan ke-8 IMWORK 2026 kembali menjadi ruang strategis bagi akademisi, praktisi, dan pelaku industri untuk bertukar gagasan mengenai perkembangan teknologi serta tantangan transformasi industri di era digital. Mengangkat tema besar transformasi digital dalam perspektif industri masa kini, kegiatan ini dihadiri peserta dari berbagai daerah, meliputi Palembang, Jambi, Lampung, dan Bengkulu.
Penyelenggaraan IMWORK 2026 tahun ini mendapat dukungan penuh dari Bank Syariah Indonesia (BSI) dan berlangsung di seminar hall BSI Prioritas Sudirman Palembang, sebuah ruang pertemuan representatif yang mendukung terciptanya diskusi dan kolaborasi lintas sektor.
Seminar menghadirkan empat narasumber kompeten dari berbagai sektor industri dan teknologi yang berbagi pengalaman serta perspektif mengenai arah transformasi digital dan perkembangan industri cerdas. Acara dipandu oleh Danny Mathew. M.Sc (dosen UNSRI dan peneliti COMNETS) menjadi central dalam mengatur empat nara sumber yang kompeten. Narasumber pertama, Iyoga Don Frima Tarigan, AVP Head of B2B Regional & Education PT Indosat, membawakan materi From Digital Transformation to AI Transformation. Dalam paparannya, ia mengulas pergeseran transformasi digital menuju transformasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yang semakin berperan dalam mengubah cara organisasi dan industri beroperasi.
Selanjutnya, Rio Ananda Fitriansyah, AVP Layanan Teknologi Informasi PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PUSRI), menyampaikan materi Transformasi Industri yang membahas penerapan teknologi informasi dalam mendukung perubahan proses dan tata kelola industri. Sementara itu, Dr. Adi Saputra, Software Architecture Web Digital INA DIGITAL PERURI, membawakan materi Connected Journeys: Building Intelligent and Trusted Mobility Ecosystems, dengan menyoroti pentingnya pembangunan ekosistem mobilitas yang cerdas, terintegrasi, dan tepercaya.
Melengkapi perspektif tersebut, Bagus Rully Muttaqien, Director Commercial PT Inovasi Tjaraka Buana, memaparkan materi Beyond Connectivity: Enabling the Intelligent Industry. Materi ini mengangkat peran konektivitas sebagai fondasi penting dalam membangun industri cerdas yang mampu mengintegrasikan berbagai sistem, perangkat, dan proses bisnis.
Kegiatan ini turut dihadiri Prof. Dr. Fili Pratama, Direktur Kerja Sama, Internasionalisasi dan Alumni (DKIA) UNSRI sekaligus membuka acara mewakili Wakil Rektor UNSRI, bersama jajaran tim DKIA UNSRI lainnya. Hadir pula Ocky Eka Dhanurwinarto, Branch Manager BSI KC Palembang Sudirman, serta Dr. Syamsuryadi, Wakil Dekan Bidang Akademik FASILKOM UNSRI.
Antusiasme peserta juga terlihat dari keberagaman instansi dan perusahaan yang berpartisipasi. Berdasarkan daftar kehadiran, kegiatan ini diikuti perwakilan PT Sumatera Prima Fibreboard, Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Selatan, OCBC, PT PUSRI, PT Flaz Cloud, PT Klowapedia, PT Indosat, Mynet, PT Semen Baturaja, serta puluhan akademisi dari berbagai perguruan tinggi.
Tidak hanya menghadirkan forum diskusi, IMWORK 2026 juga dilengkapi dengan pameran poster hasil penelitian dan pameran produk inovasi dari sejumlah laboratorium perguruan tinggi. Salah satu yang menarik perhatian adalah tim COMNETS Research Group FASILKOM UNSRI yang menampilkan inovasi SMART HEALTH CPS, sebagai salah satu representasi pengembangan teknologi yang mengintegrasikan sistem cerdas dengan kebutuhan layanan kesehatan.
Kehadiran pameran ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk melihat secara langsung hasil riset dan inovasi akademik yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui kolaborasi dengan dunia industri. Dengan demikian, IMWORK tidak hanya menjadi forum berbagi pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mempertemukan gagasan penelitian dengan kebutuhan nyata sektor industri.
Melalui penyelenggaraan seminar tahunan ke-8 ini, IMWORK kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan penyedia teknologi dalam menghadapi perubahan lanskap pekerjaan dan proses bisnis akibat perkembangan AI serta teknologi digital. Diskusi yang berlangsung diharapkan dapat membuka wawasan baru mengenai bagaimana organisasi mempersiapkan strategi, sumber daya manusia, dan infrastruktur teknologi untuk menghadapi industri masa depan.
Antusiasme dan masukan dari peserta menjadi dorongan bagi penyelenggara untuk menghadirkan IMWORK pada tahun mendatang dengan skala yang lebih besar, materi yang semakin futuristik, serta pembahasan yang lebih mendalam mengenai implementasi AI, intelligent systems, dan masa depan pengelolaan industri. Harapannya, IMWORK terus berkembang sebagai wadah kolaborasi dan pertukaran pengetahuan yang mampu menjembatani inovasi akademik dengan kebutuhan transformasi industri di Indonesia.

