7th Carnaval IMWORK 2025

Septiani Kusuma Ningrum
27 November 2025
7th Carnaval IMWORK 2025

CARNAVAL IMWORK Ke-7 Usung Isu Kunci Transformasi Digital Nasional
PALEMBANG, 25 November 2025 – Komitmen untuk menjembatani kompetensi lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan riil industri terus menjadi perhatian semua pihak termasuk dalam kegiatan tahunan CARNAVAL IMWORK ke-7 kali ini. Carnaval IM WORK merupakan inisiatif dari sekelompok dosen sekaligus researcher konsentrasi keilmuan Jaringan, Enterprise dan Keamanan Informasi (COMNETS) dari Fakultas Ilmu Komputer UNSRI, dalam upaya berdampak terhadap masyarakat sekitar terutama dalam menyukseskan agenda pembangunan nasional yang berkaitan dengan penyediaan sumber daya manusia di era digital,

Tema yang diangkat pada 7th CARNAVAL IMWORK 2025 ini adalah "Tantangan dan Strategi dalam Implementasi Transformasi Digital di Indonesia". Tema tersebut dipilih karena percepatan digitalisasi di berbagai sektor ekonomi dan pemerintahan merupakan isu hangat saat ini. Pada kegiatan 7th CARNAVAL IMWORK 2025, diskusi akan membedah tiga sub-tema utama yang dianggap krusial. Sub tema tersebut ialah (1) Business Intelligence & Enterprise System, yang membahas pemanfaatan data dan sistem terintegrasi; (2) Cyber Security, yang mengulas mitigasi risiko dan pengamanan infrastruktur digital; serta (3) Generative Intelligence, mendiskusikan potensi dan etika implementasi Kecerdasan Buatan Generatif dalam inovasi bisnis.

Kegiatan strategis ini telah menjadi agenda rutin sejak tahun 2019. Kelompok konsentrasi keilmuan Jaringan, Enterprise dan Keamanan Informasi. Dampak kegiatan ini telah terjalin kerja sama erat dengan Asosiasi Sinergi Karir & Kemitraan Industri Sumatera Selatan untuk memastikan relevansi dengan Dunia Usaha dan Industri dalam perspektif terkini di Industri, isu-isu hangat yang dibahas sangat relevan dengan kondisi SDGs saat ini yang berkesinambungan. Proses sharing knowledge yang berkelanjutan dengan pihak industri telah menjadi kunci sukses kegiatan ini dalam menjembatani gap antara dunia akademis dan kebutuhan industri. Dalam perjalanannya, terdapat beberapa dampak yang dapat menciptakan peluang sinergi bersama. Sisi Industri terlihat dapat memaparkan problem dan tantangan saat ini yang menjadi isu utama proses transformasi yang sedang dilakukan, sedangkan dari akademisi bisa mendapatkan bahan kajian untuk diselesaikan dengan pendekatan penelitian. Tercatat juga sudah puluhan praktisi Industri dan pemerintahan yang meneruskan jenjang akademik yang lebih tinggi bergabung di pascasarjana beberapa prodi di Universitas Sriwijaya.

Kegiatan 7th CARNAVAL IMWORK 2025 dilaksanakan pada hari Selasa, 25 November 2025, bertempat di Meeting Room The Zuri JL. Radial Palembang dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni (PPKIA) Universitas Sriwijaya Prof. Dr. Eng. Ir. H. Joni Arliansyah, M.T. Nampak hadir menyertai tim dari Direktorat Kerjasama, Internasionalisasi dan Alumni Universitas Sriwijaya untuk menelaah kolaborasi yang dapat diciptakan bersama peserta Industri yang hadir, terutama sinergi Alumni.
Dalam sambutannya Prof. Dr. Eng. Ir. H. Joni Arliansyah, M.T, menyampaikan urgensi kolaborasi yang telah dibina selama ini harus terus dibina dan ditingkatkan. Ia menyatakan, "Kegiatan ini bukan hanya sekadar agenda tahunan, namun merupakan manifestasi konkret komitmen Universitas Sriwijaya untuk memberikan dampak terhadap masyarakat termasuk dunia industry dengan cara proaktif merespons dinamika dan kecepatan era digital yang transformatif. Melalui forum ini, kita berharap terjadi transfer pengetahuan, seraya memastikan bahwa kurikulum UNSRI tetap adaptif sehingga dapat dihasilkan dan talenta-talenta unggul yang siap berkontribusi penuh pada pondasi ekonomi digital Indonesia." Menutup kata sanbutannya, beliau mengharap sharing talk ini akan terjalin kolaborasi antara akademik dan industry untuk mendekatkan gaps antara keduanya dan dapat saling memberikan manfaat.

Dalam kesempatan ini, Wakil Rektor PPKIA didampingi Sub.Dit Alumni Universitas Sriwijaya juga menyematkan pin @IamUNSRI kepada beberapa Alumni UNSRI yang telah berkiprah di dunia Industri dan Pemerintahan sebagai Upaya mengeratkan silatuhrahmi dengan alumni dan membuka kesempatan dimasa depan. Selanjutnya, di sesi pembukaan IMWORK Sekretaris Jurusan Sistem Komputer UNSRI, Huda Ubaya menyerahkan simbolis lima belas orang mahasiswa calon freshgrad yang akan melakukan magang di PT. PUSRI dengan tema problem solving. Beberapa narasumber pada kegiatan ini diantaranya dr. Rahmadian, MKM (Direktur Layanan dan Operasional RSMH), Akhmad Budiawan.ST (Manager Instrumentasi PT PUSRI Palembang), Yudisthira, S.T., MBA. (AVP Business Development AI Tech Co. PT. Indosat Tbk).

Respon positif datang dari peserta, diantaranya dari Alumnus UNSRI S1 Informatika yang saat ini di TIK PT. Semen Baturaja,, menyampaikan, "Saya menilai CARNAVAL IMWORK ini sangat relevan dan up-to-date. Fokus pada Tranformasi Digital dan Cyber Security menunjukkan bahwa pihak kampus dan asosiasi industri memahami betul arah tantangan teknologi hari ini. Sebagai alumni yang bekerja di sektor keamanan siber, sesi sharing knowledge dari industri memberikan perspektif mitigasi risiko yang praktis, melengkapi landasan teori yang kami peroleh di bangku kuliah. Ini adalah forum esensial yang berhasil menjembatani teori dan implementasi lapangan."

Senada dengan itu, seorang Akademisi dan Dosen dari prodi Teknik Informatika Universitas Multi Data Palembang, menekankan pentingnya inisiatif ini. "kolaborasi ini patut diacungi jempol. Transformasi Digital tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga strategi bisnis. Sesi mengenai Business Intelligence & Enterprise System memberikan wawasan berharga tentang bagaimana data kini menjadi aset utama perusahaan. Bagi kami di dunia akademisi, informasi ini sangat penting untuk menyelaraskan kurikulum agar mahasiswa tidak hanya menguasai teknis, tetapi juga memiliki pemahaman strategis bisnis. CARNAVAL IMWORK adalah sarana vital bagi perbaikan mutu pendidikan tinggi," jelasnya.
CARNAVAL IMWORK ini tidak sekadar menjadi forum diskusi akademis-industri semata, melainkan momentum krusial untuk memantik semangat inovasi dan kolaborasi lintas generasi dalam menghadapi tantangan transformasi digital dimasa yang akan datang.